Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
News

Ketua DPRD ke Sekda: Jangan Anggap Wajar Keterlambatan KUA-PPAS, Ini Soal Hajat Rakyat

REDAKSI
173
×

Ketua DPRD ke Sekda: Jangan Anggap Wajar Keterlambatan KUA-PPAS, Ini Soal Hajat Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira. FOTO DOK

HESTEK.CO.ID – Polemik keterlambatan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Gorontalo kian panas.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menilai pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Sugondo Makmur yang menyebut keterlambatan pembahasan KUA-PPAS sebagai hal wajar adalah bentuk sikap yang tidak tepat.

“Tidak wajar dong, masa hal yang wajar. Ini dokumen adalah pondasi dari hajat rakyat. Imbas keterlambatan pembahasannya pasti ke pemerintah daerah,” tegas Zulfikar kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga:  Proyek Sekolah Rakyat di Kab. Gorontalo Disorot, Diduga Langgar Tata Ruang

Zulfikar menilai keterlambatan ini menunjukkan lemahnya koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

Ia menegaskan bahwa KUA-PPAS bukan sekadar dokumen administratif, melainkan dasar perencanaan pembangunan daerah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Zulfikar juga menanggapi pernyataan Sekda Sugondo yang menyebut dirinya tidak menerima telepon dari anggota DPRD terkait pembahasan anggaran.

Baca Juga:  Aktivis Soroti Proyek RSUD MM Dunda Limboto, Nilai Pemerintah Lalai Pilih Kontraktor Bermasalah

Menurut Politisi Golkar itu, pernyataan tersebut tidak berdasar dan justru menimbulkan kesan negatif terhadap lembaga DPRD.

“Kita tahu mekanisme, kita tahu aturan. Kalau beliau menyampaikan ada yang bicara anggaran lewat telepon, siapa orangnya? Apalagi beliau bilang tidak menerima telepon, tapi kemudian membuat pernyataan seperti itu,” ujar Zulfikar.

Baca Juga:  Diduga Terinjak Ternak Peliharaan, Warga Dulamayo Utara Meninggal di Kebun

Ia menambahkan, DPRD selama ini telah berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.

“Kalau kita merasa memiliki terhadap daerah ini, mari sama-sama kita bangun komunikasi. Saya mau sampaikan, bagaimana mungkin kita mau bahas KUA-PPAS lewat telepon, sementara bundelnya setebal ini,” tandasnya.