Example floating
Example floating
News

Ketua DPRD ke Sekda: Jangan Anggap Wajar Keterlambatan KUA-PPAS, Ini Soal Hajat Rakyat

REDAKSI
228
×

Ketua DPRD ke Sekda: Jangan Anggap Wajar Keterlambatan KUA-PPAS, Ini Soal Hajat Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira. FOTO DOK

HESTEK.CO.ID – Polemik keterlambatan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Gorontalo kian panas.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menilai pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Sugondo Makmur yang menyebut keterlambatan pembahasan KUA-PPAS sebagai hal wajar adalah bentuk sikap yang tidak tepat.

“Tidak wajar dong, masa hal yang wajar. Ini dokumen adalah pondasi dari hajat rakyat. Imbas keterlambatan pembahasannya pasti ke pemerintah daerah,” tegas Zulfikar kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga:  Umar Karim Bongkar Pengadaan Mobil Dinas Pejabat Pemprov Gorontalo dari Anggaran Efisiensi

Zulfikar menilai keterlambatan ini menunjukkan lemahnya koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

Ia menegaskan bahwa KUA-PPAS bukan sekadar dokumen administratif, melainkan dasar perencanaan pembangunan daerah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Zulfikar juga menanggapi pernyataan Sekda Sugondo yang menyebut dirinya tidak menerima telepon dari anggota DPRD terkait pembahasan anggaran.

Baca Juga:  Hasil Rekruitmen PPS Pemilu 2024 KPU Kab. Gorontalo Tuai Sorotan

Menurut Politisi Golkar itu, pernyataan tersebut tidak berdasar dan justru menimbulkan kesan negatif terhadap lembaga DPRD.

“Kita tahu mekanisme, kita tahu aturan. Kalau beliau menyampaikan ada yang bicara anggaran lewat telepon, siapa orangnya? Apalagi beliau bilang tidak menerima telepon, tapi kemudian membuat pernyataan seperti itu,” ujar Zulfikar.

Baca Juga:  HAB ke-80 Kemenag RI di Gorontalo Berlangsung Khidmat, Wakil Ketua DPRD Turut Hadir

Ia menambahkan, DPRD selama ini telah berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.

“Kalau kita merasa memiliki terhadap daerah ini, mari sama-sama kita bangun komunikasi. Saya mau sampaikan, bagaimana mungkin kita mau bahas KUA-PPAS lewat telepon, sementara bundelnya setebal ini,” tandasnya.