HESTEK.CO.ID – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Selasa (5/5/2026). Aksi tersebut berlangsung di dua titik, yakni Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo dan Perlimaan Telaga.
Massa aksi tiba di Kantor Dinas Pendidikan sekitar pukul 14.00 WITA dan langsung menyampaikan tuntutan kepada pihak dinas. Koordinator Lapangan aksi, Ary Saputra, menyebut kondisi pendidikan saat ini berada dalam situasi darurat.
“Pendidikan kita tidak baik-baik saja. Masih banyak anak tidak bersekolah, kondisi guru tidak pasti, dan anggaran pendidikan belum tepat sasaran,” ujar Ary dalam orasinya.
Ia menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan pendidikan.
Ketua KAMMI Wilayah Gorontalo, Rifaldi Halang, turut menyoroti sejumlah persoalan pendidikan di daerah. Ia menyebut terdapat 25.501 anak tidak sekolah di Gorontalo, serta ratusan guru yang belum memiliki kejelasan status, termasuk 329 guru non-database.
Selain itu, Rifaldi juga menyinggung kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan yang dinilai masih terjadi.
“Pemerintah harus memastikan akses pendidikan, kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan guru benar-benar terpenuhi,” kata Rifaldi.
Aksi tersebut diterima oleh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan Siti Maria Igirisa Lahidjun dan Kepala Bidang Kebudayaan yang juga Pelaksana Harian (Plh) Dinas Pendidikan, Roni R. Mamu. Sementara Kepala Dinas Pendidikan tidak berada di lokasi saat aksi berlangsung.
Roni R. Mamu menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi.
“Kami menerima semua aspirasi dan akan menindaklanjutinya di internal Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Senada, Siti Maria Igirisa Lahidjun mengapresiasi aksi mahasiswa sebagai bagian dari kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
“Semua aspirasi telah kami catat dan akan ditindaklanjuti,” katanya.
Secara nasional, KAMMI menyoroti anggaran pendidikan tahun 2026 yang mencapai Rp769,09 triliun, namun dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Selain itu, masih terdapat jutaan anak yang tidak bersekolah serta persoalan kesejahteraan guru.
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Dinas Pendidikan, massa aksi bergerak menuju Perlimaan Telaga sekitar pukul 16.30 WITA dan mengakhiri aksi pada pukul 17.45 WITA.
KAMMI menilai momentum Hardiknas seharusnya menjadi refleksi terhadap kebijakan pendidikan, bukan sekadar seremoni tahunan.












