Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Pemkab Bone Bolango Bantah Keras Tudingan “Main Mata” dalam Seleksi JPT Pratama

REDAKSI
196
×

Pemkab Bone Bolango Bantah Keras Tudingan “Main Mata” dalam Seleksi JPT Pratama

Sebarkan artikel ini
Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Oktavianus S.W. Rahman. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango menegaskan tidak ada praktik “main mata” dalam proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang saat ini berjalan.

Pernyataan tegas itu disampaikan Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Oktavianus S.W. Rahman, merespons isu publik yang menuding ada permainan dalam proses seleksi pejabat.

Oktavianus memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan, mulai dari UU ASN, PP Manajemen ASN, hingga PermenPAN-RB terkait tata cara pengisian JPT.

Baca Juga:  Kunker di Kelurahan Hutuo, Komisi I Deprov Terima Keluhan Masalah Sampah dan PBB

Ia menegaskan bahwa proses ini diawasi Panitia Seleksi Independen yang memiliki rekam jejak dan integritas teruji.

“Proses ini diawasi secara ketat oleh Pansel Independen yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarn Oktavianus, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga:  Tegas!! Gerindra Gorontalo Minta Pengisian Komisaris BSG Berstandar Pada Prinsip Meritokrasi

Ia menambahkan, komitmen Pemkab Bone Bolango terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, objektivitas, dan bebas intervensi terus dijaga.

Semua tahapan mulai dari pengumuman, seleksi administrasi, uji kompetensi, penulisan makalah, rekam jejak, hingga wawancara dibuka seluas-luasnya untuk dipantau publik.

Oktavianus juga menepis keras kekhawatiran adanya praktik “main mata”. Menurutnya, tudingan itu tidak berdasar dan tidak sesuai keadaan di lapangan.

Baca Juga:  Mahasiswa UNG Dalami Praktik Komunikasi Publik di Kominfo Bone Bolango

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah justru sedang memperkuat reformasi birokrasi agar pejabat terpilih benar-benar memiliki integritas dan kompetensi.

“Kritik kami hargai, tetapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi atau spekulasi,” tegasnya.