Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 1100x60
Liputan KhususNews

Komisi II DPRD Gorontalo Koordinasi ke Kementan, Bahas Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

REDAKSI
16
×

Komisi II DPRD Gorontalo Koordinasi ke Kementan, Bahas Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kunjungan tersebut berlangsung di Gedung C Lantai 6 Ditjen PKH Kementan RI dan diterima langsung oleh Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, bersama jajaran.

Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai langkah koordinasi terkait rencana pengembangan hilirisasi ternak ayam serta peningkatan nilai tambah produk peternakan di Provinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Gorontalo akan menjadi salah satu daerah penerima Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menilai program hilirisasi ini menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya peternak ayam rakyat.

Ia menyebut program yang digagas langsung oleh Presiden RI tersebut diyakini mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan peternak serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Dokumen Pengajuan Bacaleg 15 Parpol di Kab. Gorontalo Mulai Diverifikasi

“Program hilirisasi ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur peternakan, tetapi bagaimana menciptakan sistem usaha yang berkelanjutan. Peternak rakyat harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Dengan sistem terintegrasi, peternak akan memiliki kepastian usaha, harga yang lebih stabil, serta akses pasar yang lebih luas,” ujar Ridwan.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menyampaikan dukungan penuh terhadap program hilirisasi ternak yang akan dilaksanakan di Gorontalo. Ia menjelaskan, kunjungan Komisi II ke Kementan menjadi bagian dari rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan daerah sekaligus memperjelas arah kebijakan program.

“Kami Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menyambut baik program hilirisasi ternak ini. Kunjungan kami ke Kementerian Pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, adalah bagian dari rapat koordinasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah,” ungkap Erwinsyah.

Baca Juga:  Syarifudin Bano Apresiasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan

Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya juga menyampaikan aspirasi para pelaku usaha lokal agar diberi ruang kolaborasi dalam pengembangan industri ayam terintegrasi di Gorontalo. Menurutnya, keterlibatan pengusaha daerah penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Saya menyuarakan aspirasi teman-teman pengusaha lokal agar bisa dibukakan ruang kolaborasi. Kami berharap program ini tidak hanya melibatkan investor besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi pengusaha daerah untuk tumbuh dan berkembang bersama,” tambahnya.

Program hilirisasi industri ayam terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi peternak skala kecil hingga menengah.

Melalui pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, produksi, hingga pascapanen, rantai usaha peternakan ayam rakyat dinilai akan semakin kuat dan kompetitif.

Baca Juga:  Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari PBB

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa program tersebut tidak bertujuan menggantikan peternak rakyat, melainkan memperkuat posisi mereka dalam sistem industri unggas yang lebih modern dan efisien.

Dengan dukungan fasilitas seperti pabrik pakan dan rumah potong ayam modern, peternak diharapkan tidak lagi bergantung pada rantai distribusi panjang yang selama ini menekan harga jual di tingkat kandang.

Program ini juga diproyeksikan dapat menciptakan lapangan kerja baru serta melahirkan pengusaha-pengusaha baru di sektor perunggasan.

Kementerian Pertanian memastikan pelaksanaan pembangunan industri ayam terintegrasi akan dilakukan dengan tata kelola yang bersih, transparan, serta berpihak kepada masyarakat.

Melalui kebijakan hilirisasi ini, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat keberlanjutan ekonomi peternak rakyat dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Example 300x600