HESTEK.CO.ID — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, bertambah menjadi tujuh orang. Data tersebut disampaikan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Selain korban meninggal dunia, Bobby menyebut puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Sementara itu, masih ada tiga korban yang dilaporkan terperangkap di dalam rangkaian kereta.
“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Bobby dalam keterangan yang dikutip dari tayangan video di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa pagi.
Bobby menjelaskan, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi menjaga keselamatan para korban.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang terdiri dari 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” jelasnya.
Saat ini, KAI bersama Basarnas masih mempersiapkan proses evakuasi lokomotif. Bobby menegaskan langkah tersebut tetap mengedepankan aspek keselamatan, terutama bagi korban yang masih terjebak di dalam kereta.
Ia juga menyampaikan bahwa jalur hilir telah kembali dibuka untuk operasional kereta. Namun, layanan Commuter Line masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
“Untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi,” tuturnya.
Sebagai bentuk penanganan darurat, KAI telah membuka posko tanggap darurat di lokasi kejadian serta menyediakan layanan call center 121 untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi.
“Silakan warga, keluarga dari korban bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi posko tanggap darurat kami di stasiun ini,” ucap Bobby.
Diketahui, kecelakaan kereta terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) dan melibatkan rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.












