HESTEK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat langkah penanganan dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Salah satunya dengan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, turun langsung memimpin penyaluran air bersih kepada warga di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, Jumat (31/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Iwan Mustapa dan Ketua PMI Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile.
Ismet mengatakan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian serius pemerintah ketika masyarakat menghadapi kekeringan.
“Air adalah kebutuhan yang paling mendasar bagi kehidupan. Ketika masyarakat mengalami kesulitan air, pemerintah harus hadir dengan langkah-langkah nyata agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi,” ujar Ismet.
Untuk memperkuat distribusi air bersih, Pemkab Bone Bolango juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Ismet mengungkapkan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail telah memberikan dukungan berupa dua unit armada tangki air untuk membantu memperluas jangkauan distribusi ke wilayah yang terdampak kekeringan.
“Saya sudah meminta agar segera ditindaklanjuti sehingga armada distribusi air bisa bertambah. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal,” katanya.
Bupati mengajak masyarakat untuk tetap menghadapi kondisi kemarau dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya meminimalkan dampak kekeringan terhadap kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, melaporkan terdapat enam kecamatan dengan total 13 desa yang telah terdampak kekeringan berdasarkan laporan yang diterima BPBD.
Selama dua pekan terakhir, distribusi air bersih dilakukan secara bersama oleh BPBD dan PMI Kabupaten Bone Bolango, PMI Provinsi Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, Balai Prasarana Permukiman Wilayah, serta PDAM.
“Hingga hari ini kami telah mendistribusikan kurang lebih 150 ribu liter air bersih kepada 302 kepala keluarga atau 991 jiwa yang tersebar di 13 desa terdampak kekeringan,” jelas Achril.
Menurutnya, Desa Lonuo dan Desa Tamboo masing-masing telah dua kali menerima distribusi bantuan air bersih.
Ia menambahkan, respons masyarakat terhadap penyaluran air bersih tersebut cukup positif. Namun, keterbatasan armada masih menjadi salah satu kendala dalam memperluas jangkauan pelayanan.
Saat ini, armada yang digunakan terdiri atas satu mobil tangki PMI dengan kapasitas 5.000 liter, armada PDAM berkapasitas sekitar 1.200 liter, serta kendaraan BPBD dengan kapasitas 1.700 liter.
Selain itu, armada pemadam kebakaran milik Satpol PP juga disiapkan sebagai dukungan tambahan apabila kondisi kekeringan semakin membutuhkan penanganan darurat.
Pemkab Bone Bolango memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi wilayah terdampak.












