Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Dorong Ekonomi Syariah Lewat PESONA 2026

REDAKSI
29
×

BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Dorong Ekonomi Syariah Lewat PESONA 2026

Sebarkan artikel ini
BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Dorong Ekonomi Syariah Lewat PESONA 2026. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Komitmen memperkuat ekonomi syariah berbasis pesantren dan pemberdayaan masyarakat terus didorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone Bolango melalui kolaborasi dengan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (PESONA) 2026 serta Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan yang berlangsung di Provinsi Gorontalo.

Ketua BAZNAS Bone Bolango yang juga Ketua Dewan Pembina HEBITREN Provinsi Gorontalo, Faisal Pakaya, mengatakan PESONA merupakan agenda rutin Bank Indonesia yang menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat.

“Tahun ini, PESONA mengusung tema ‘Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO)’. Tujuannya sangat jelas, yaitu mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan pelaku usaha daerah, serta membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat dan berdaya saing,” ujar Faisal, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga:  Pemilihan Duta Anti Narkoba Dinilai Langkah Maju Edukasi Masyarakat

Menurut Faisal, HEBITREN sebagai organisasi mitra binaan Bank Indonesia memiliki peran dalam mendorong peningkatan kapasitas ekonomi pesantren, kemandirian usaha, serta pengembangan berbagai produk unggulan berbasis syariah.

HEBITREN menghimpun pesantren dan unit usaha yang memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Pesantren Tampilkan Produk Unggulan

Pada pembukaan PESONA 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Limboto, Faisal turut mengambil bagian sebagai pembaca doa dalam prosesi pembukaan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo pada Jumat malam (19/6/2026) dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran Bank Indonesia, Forkopimda, pimpinan DPRD, KDEKS, rektor, kepala OPD, serta perwakilan pesantren se-Gorontalo.

Sementara itu, pada arena PENAS XVII, HEBITREN bersama Bank Indonesia menghadirkan stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan pesantren dan kelompok binaan.

Baca Juga:  Pemprov Gorontalo Disorot Soal Keterlambatan Pencairan Dana PSU Pilkada Gorut

Produk yang dipamerkan antara lain hasil pertanian organik, olahan pangan, kerajinan tangan, hingga produk UMKM berbasis syariah.

Pameran tersebut juga memperkenalkan berbagai layanan Koperasi Syariah HEBITREN “Ma’ahid” yang merupakan binaan Bank Indonesia.

Kehadiran produk-produk tersebut mendapat perhatian masyarakat yang mengunjungi arena PESONA maupun PENAS. Selain melihat produk pesantren, pengunjung juga memperoleh edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

Stand Bank Indonesia di arena PENAS menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian karena menampilkan produk organik dan berbagai hasil usaha yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Sinergi untuk Perkuat Ekonomi Umat

Dukungan terhadap pameran tersebut juga mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, yang menyempatkan diri mengunjungi dan melihat langsung berbagai produk unggulan pesantren.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Besok 1 Maret

Faisal menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendorong ekonomi syariah agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, HEBITREN, Bank Indonesia, pemerintah daerah, pesantren, serta pelaku UMKM perlu terus diperkuat untuk membuka akses pengembangan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, HEBITREN, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder, kita berharap ekonomi syariah di Gorontalo terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Faisal.