HESTEK.CO.ID – Musim kemarau yang telah berlangsung lebih dari empat bulan mulai menghadirkan persoalan lain bagi masyarakat Desa Bendungan, Kabupaten Gorontalo. Jika kebutuhan air bersih masih relatif terpenuhi, harga sejumlah kebutuhan pokok justru mulai mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan monitoring di Desa Bendungan, Sabtu (5/9/2026).
Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di tengah kemarau berkepanjangan, termasuk ketersediaan air bersih, kebutuhan pangan, serta berbagai persoalan yang berpotensi muncul akibat kondisi tersebut.
Kunjungan kerja dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Siti Nurain Sompie, dan diterima Kepala Desa Bendungan, Ismet Pakaya, bersama jajaran pemerintah desa.
Desa Bendungan memiliki luas wilayah sekitar 886 hektare yang terbagi dalam tiga dusun, dengan jumlah penduduk sekitar 1.338 jiwa. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, sementara lainnya menjalankan usaha perdagangan dan UMKM.
Siti mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kebutuhan air bersih masyarakat Desa Bendungan hingga saat ini masih relatif terpenuhi. Namun, masyarakat mulai menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah untuk kebutuhan air bersih masyarakat masih terpenuhi. Yang menjadi kendala dan banyak dikeluhkan masyarakat serta pemerintah desa adalah harga kebutuhan pokok yang mulai naik,” kata Siti.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok perlu mendapat perhatian karena terjadi ketika masyarakat masih menghadapi kemarau yang telah berlangsung cukup panjang.
Meski kebutuhan air bersih masih dapat dipenuhi, Komisi I meminta pemerintah desa tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang muncul selama kemarau dapat segera diantisipasi.
Selain persoalan pangan dan air bersih, potensi kebakaran juga menjadi perhatian. Kondisi lahan dan rumput yang mengering selama musim kemarau membuat aktivitas pembakaran harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
Siti meminta masyarakat yang melakukan pembakaran rumput tidak mengabaikan potensi api menjalar ke area lain.
“Sekarang masyarakat yang melakukan pembakaran rumput harus berhati-hati karena api bisa menjalar ke mana-mana,” ujarnya.
Ia juga meminta Pemerintah Desa Bendungan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak, terutama apabila musim kemarau masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Pemerintah desa perlu menyosialisasikan penggunaan dan penghematan air. Kita harus lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan,” kata Siti.
Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo berharap pemerintah desa bersama masyarakat terus melakukan langkah antisipasi selama musim kemarau berlangsung.
Pemantauan terhadap ketersediaan air, perkembangan harga kebutuhan pokok, serta potensi kebakaran dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.












