Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Liputan Khusus

Ini Usul Komisi II Dekab Gorontalo Untuk Tangani Gaji ASN yang Belum Dibayarkan

REDAKSI
417
×

Ini Usul Komisi II Dekab Gorontalo Untuk Tangani Gaji ASN yang Belum Dibayarkan

Sebarkan artikel ini
Iskandar Mangopa. [Ist]

HESTEK.CO.ID – Belum dibayarkannya gaji aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Gorontalo bulan maret menuai sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa. Ia prihatin dan meminta harus segera ditangani serius oleh pihak eksekutif secara cepat.

“Saat ini saja gaji ASN bulan Maret bersama kenaikan delapan persen belum juga dibayarkan. Sementara daerah lain sudah terbayarkan,” kata Iskandar Mangopa, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Tetapkan Zakat Fitrah 2025 Sebesar Rp45.000 Per Jiwa

Iskandar menyampaikan eksekutif harus segera menyelesaikan permasalahan ini secepatnya, mengingat hari raya Idul Fitri sudah tak lama lagi.

“Tentunya dimomen itu pemerintah daerah harus memikirkan pembayaran tunjangan hari raya (THR). Mana lagi dengan kondisi keuangan daerah saat ini sudah pasti butuh persiapan extra,” ujarnya.

Baca Juga:  Manaf Abidin Hamzah Terima Aspirasi Perbaikan Jalan Tolotio–Reksonegoro

Politisi Golkar itu juga sangat menyayangkan kondisi keuangan daerah saat ini, sehingga dirinya menyarankan ada baiknya menarik penyertaan modal yang saat ini ada di Bank Sulutgo (BSG).

“Itu salah satu cara untuk menyelamatkan hak-hak para ASN Kabupaten Gorontalo,” tutur Iskandar.

Meski begitu kata Iskandar, penarikan modal di BSG harus dikaji. Pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan Badan Keuangan guna menanyakan persoalan dan mencari solusi yang terbaik.

Baca Juga:  Hais Ayuwa Hadiri Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Polda Gorontalo

“Karena memang kondisi keuangan kita lagi tidak baik-baik saja, sehingga perlu dibicarakan bersama. Apalagi saat ini bukan hanya tidak menerima gaji, tetapi juga saldo di rekening para ASN pun tak bisa ditarik karena telah diblokir, sehingga ASN mengalami kerugian berlipat,” pungkas aleg tiga periode itu.

(hsk/adv)