Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
NewsPeristiwa

Setelah Peringatan Tsunami, Warga Tanjung Kramat dan Sekitarnya Pilih Mengungsi

Redaksi
384
×

Setelah Peringatan Tsunami, Warga Tanjung Kramat dan Sekitarnya Pilih Mengungsi

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Warga Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo mulai mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, pada Rabu (30/7/2025), menyusul adanya informasi peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi atas potensi ancaman bencana pascagempa bermagnitudo 8,7 yang terjadi di lepas pantai timur Rusia.

Baca Juga:  Paripurna ke-73 DPRD Gorontalo Umumkan Perubahan Agenda Masa Sidang 2025–2026

Endang Pakaya, salah seorang warga Tanjung Kramat, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengungsi sejak siang hari.

“Saya sudah mengungsi sekitar pukul 1 siang setelah menerima informasi soal potensi tsunami,” ujarnya.

Senada dengan Endang, Armin Yusuf, warga lainnya, menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi situasi seperti ini.

“Kita tetap harus berikhtiar dan waspada akan terjadinya tsunami ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Ekskavator Mulai Bersihkan Material Longsor di Jalan GORR

Sekretaris Kelurahan Tanjung Kramat, Suparman Habibie, membenarkan bahwa sejumlah warga telah meninggalkan rumah mereka.

“Sudah ada puluhan kepala keluarga (KK) yang mengungsi ke keluarganya di daerah yang lebih tinggi, tapi memang masih ada juga yang memilih bertahan. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tenang, jangan panik, dan terus waspada,” jelas Suparman.

Tak hanya dari Tanjung Kramat, beberapa warga dari desa tetangga seperti Desa Bongo juga turut mengungsi ke wilayah ini karena memiliki sanak keluarga yang tinggal di sekitarnya.

Baca Juga:  Penrem 133/Nani Wartabone Gelar Syukuran Peringatan HUT ke-74 Penerangan TNI AD

Meski status peringatan tsunami untuk wilayah Gorontalo kini telah dicabut oleh BMKG, masyarakat diimbau tetap waspada dan hanya mempercayai informasi dari pihak resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah.