Example floating
Example floating
News

Korban Angin Kencang di Kelurahan Bulota Limboto Menanti Uluran Tangan

Redaksi
30
×

Korban Angin Kencang di Kelurahan Bulota Limboto Menanti Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah milik Yasni Saha, warga Lingkungan IV, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto yang tertimpa pohon tumbang. FOTO: JUNA/HESTEK

HESTEK.CO.ID – Empat hari setelah diterjang angin kencang yang disertai pohon tumbang, kondisi rumah milik Yasni Saha, warga Lingkungan IV, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, masih jauh dari kata pulih.

Rumah sederhana yang sebelumnya menjadi tempat tinggal bersama keluarga itu mengalami kerusakan berat setelah dihantam pohon pada Kamis malam (28/5/2026). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meski bangunan roboh saat penghuni berada di dalam rumah.

Yasni menceritakan, kejadian berlangsung begitu cepat. Saat itu ia bersama anggota keluarga sedang berada di rumah ketika angin kencang datang secara tiba-tiba dan membuat pohon di sekitar rumah tumbang.

Baca Juga:  Dari Teh Herbal hingga Saraba Bubuk, KKN UNG Talumelito Berdayakan Masyarakat

“Waktu itu kami ada di dalam rumah. Tiba-tiba angin datang dan rumah langsung roboh setelah tertimpa pohon,” ungkap Yasni saat ditemui, Senin (1/6/2026).

Kepanikan sempat terjadi ketika bagian bangunan mulai ambruk. Namun, Yasni dan keluarganya berhasil keluar menyelamatkan diri sebelum material rumah menimpa mereka.

Akibat kejadian tersebut, sebagian besar dinding rumah yang terbuat dari kayu rusak dan tidak lagi bisa ditempati. Hanya beberapa bagian bangunan yang masih berdiri, sementara sisanya telah dibongkar dan dibersihkan.

Baca Juga:  Bendera Kirab Pemilu 2024 Tiba di Kabupaten Gorontalo

Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing rumah telah dipindahkan oleh keluarga dibantu warga sekitar. Sejumlah material yang masih bisa digunakan kembali dikumpulkan di sekitar lokasi untuk mendukung proses pembangunan ulang.

Saat ini, area rumah yang rusak hanya ditutupi terpal sebagai pelindung sementara. Sementara Yasni bersama keluarga memilih tinggal di rumah kerabat hingga tempat tinggal mereka kembali layak dihuni.

Meski musibah tersebut telah berlalu beberapa hari, Yasni mengaku belum menerima bantuan maupun kunjungan dari instansi terkait. Sejauh ini, proses pemulihan dilakukan secara mandiri dengan mengandalkan bantuan keluarga dan tetangga.

Baca Juga:  Setelah Peringatan Tsunami, Warga Tanjung Kramat dan Sekitarnya Pilih Mengungsi

“Kami berusaha memperbaiki semampunya dulu. Sampai sekarang belum ada bantuan yang datang,” katanya.

Kondisi tersebut membuat keluarga Yasni masih membutuhkan dukungan, terutama material bangunan untuk mempercepat pembangunan rumah yang rusak akibat bencana.

Warga setempat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial agar keluarga korban dapat segera kembali menempati rumah yang aman dan layak setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah angin kencang tersebut.