Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

DAS Bilungala Diambang Krisis, Komisi III DPRD Gorontalo Desak BWS Bertindak Cepat

REDAKSI
127
×

DAS Bilungala Diambang Krisis, Komisi III DPRD Gorontalo Desak BWS Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
DAS Bilungala Diambang Krisis, Komisi III DPRD Gorontalo Desak BWS Bertindak Cepat. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Ancaman banjir di Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango kembali memuncak dan menjadi perhatian serius.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kyai, mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo agar tidak lagi menunda langkah teknis untuk menanggulangi kerusakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bilungala yang kian kritis.

Syamsir menjelaskan bahwa setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, Sungai Bilungala kerap meluap dan langsung menyerang pemukiman warga.

Baca Juga:  Delapan Mahasiswa Sosiologi UNG Jadi Editor Tetap Usai Pelatihan OJS 3

Dampaknya, kata dia, bukan hanya rumah yang terendam, tetapi juga lahan perkebunan, pertanian, bahkan aktivitas pendidikan terganggu karena air kerap menggenangi halaman sekolah.

“Ada tiga desa yang selalu menjadi langganan terdampak, Bilungala Utara, Pelita Hijau, dan Bilungala. Warga sudah berkali-kali menghadapi banjir setiap musim hujan,” kata Syamsir.

Melihat kondisi yang semakin parah, Syamsir menilai bahwa normalisasi sungai dan pembangunan tanggul merupakan solusi utama yang harus segera direalisasikan.

Baca Juga:  Wali Kota Marten Taha Ajukan Konsep Lintas Sektor RTRW Provinsi Gorontalo

Dua titik kritis berada sebelum Jembatan Bilungala dan kawasan muara sungai lokasi yang sering menjadi pusat luapan air.

Ia menegaskan, penanganan tersebut kini masuk kategori darurat. Banjir tahunan di Bilungala bukan lagi persoalan musiman, melainkan ancaman yang menimbulkan kerugian ekonomi dan membahayakan keselamatan warga.

Baca Juga:  Jadi Korban Salah Transfer BSG, ASN di Bone Bolango Malah Kena Imbas Berat

“Kami berharap BWS Sulawesi II segera turun tangan. Penanganan DAS Bilungala tidak bisa lagi menunggu. Ini menyangkut keselamatan masyarakat di wilayah hilir,” tegasnya.

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan struktur sungai yang terus tergerus, desakan terhadap BWS kini menjadi sorotan publik.

Warga berharap langkah cepat segera dilakukan agar wilayah Bilungala tidak terus menjadi titik bencana setiap musim hujan tiba.