Example floating
Example floating
News

Video Perundungan Siswi di Gorontalo Viral, Publik Desak Penindakan

Redaksi
106
×

Video Perundungan Siswi di Gorontalo Viral, Publik Desak Penindakan

Sebarkan artikel ini
Siswi di Gorontalo menjadi korban perundungan teman sebaya. FOTO:ISTIMEWA

HESTEK.CO.ID — Dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswi di Gorontalo menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial, Selasa (14/4/2026). Video itu diketahui diunggah melalui akun Facebook bernama Fatra Amara.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang siswi diduga menjadi korban kekerasan oleh sejumlah rekan sebayanya. Aksi tersebut terjadi di hadapan beberapa orang yang menyaksikan kejadian tanpa melakukan pencegahan.

Selain video, beredar pula tangkapan layar percakapan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Dalam percakapan itu, terdapat informasi mengenai rencana pelaporan ke pihak sekolah serta adanya bukti video kejadian.

Baca Juga:  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Di sisi lain, muncul pula reaksi dari pihak keluarga terduga pelaku. Dalam percakapan yang beredar, ibu dari salah satu terduga pelaku disebut membela anaknya dan mempertanyakan kejadian yang sebenarnya. Hal ini semakin memicu perdebatan di kalangan warganet.

Baca Juga:  Realisasi Keuangan KPU Provinsi Gorontalo Tahun 2022 Capai 97 Persen

Belum diketahui secara pasti lokasi detail serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. Namun, beredarnya video dan percakapan tersebut memicu reaksi keras dari warganet yang mengecam tindakan perundungan di kalangan pelajar.

Sejumlah pengguna media sosial mendesak pihak sekolah dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut serta memberikan perlindungan kepada korban.

Baca Juga:  Mantan Kepala BNPB Doni Monardo Tutup Usia

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi pendidikan terkait penanganan kasus tersebut.

Kasus ini kembali menjadi perhatian serius terkait maraknya perundungan di lingkungan pelajar, sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani kekerasan terhadap anak.