Example floating
Example floating
Peristiwa

BMKG: Gempa M 7,7 di Laut Tahuna Berpotensi Tsunami, Status Peringatan Ditingkatkan

REDAKSI
4
×

BMKG: Gempa M 7,7 di Laut Tahuna Berpotensi Tsunami, Status Peringatan Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
BMKG tingkatkan status gempa bumi Tahuna. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan status peringatan dini tsunami menjadi Peringatan Dini Tsunami (PD)-2 setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi, Senin (8/6/2026) pagi.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur pada kedalaman sekitar 47 kilometer. Lokasi episenter berada di perairan utara Sulawesi yang berdekatan dengan wilayah Kepulauan Sangihe.

Peta pemantauan BMKG menunjukkan episenter gempa berada dalam zona aktivitas tektonik tinggi yang ditandai dengan banyaknya kejadian gempa dalam beberapa bulan terakhir. Lingkaran merah pada peta menggambarkan area yang menjadi fokus pemantauan potensi tsunami pascagempa.

Baca Juga:  Terus Bertambah, Korban Meninggal Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang Capai 174 Orang

BMKG Keluarkan Warning Tsunami PD-2

Status Warning Tsunami PD-2 menandakan adanya potensi ancaman tsunami yang harus diwaspadai oleh masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam zona peringatan. BMKG terus melakukan pemantauan muka air laut dan perkembangan aktivitas seismik untuk menentukan pembaruan status peringatan.

Masyarakat yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan daerah lain yang masuk dalam cakupan peringatan diimbau untuk:

Baca Juga:  Taiwan Kembali Diguncang Gempa Dahsyat Berkekuatan 6,3 Magnitudo
  • Menjauhi kawasan pantai dan muara sungai.
  • Mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas BPBD.
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  • Memantau informasi resmi BMKG secara berkala.
  • Aktivitas Gempa Tinggi di Sekitar Episenter

Grafik frekuensi kegempaan yang ditampilkan BMKG menunjukkan aktivitas gempa dalam radius pemantauan di sekitar episenter relatif aktif selama tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan kawasan Laut Sulawesi merupakan salah satu wilayah dengan dinamika tektonik yang tinggi akibat interaksi beberapa lempeng bumi.

Baca Juga:  PVMBG Catat Gunung Lewotobi Erupsi 12 Kali Dalam Enam Jam

Hingga berita ini diterbitkan, BMKG masih melakukan evaluasi dan pemutakhiran data terkait potensi tsunami serta dampak yang mungkin ditimbulkan akibat gempa magnitudo 7,7 tersebut.

Data Gempa BMKG

Magnitudo: 7,7
Waktu: 08 Juni 2026, 06.37.42 WIB
Koordinat: 5,79 LU – 125,14 BT
Kedalaman: 47 Km
Status: Warning Tsunami PD-2
Wilayah terdampak: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan sekitarnya.