Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Ramdan Liputo Desak Pemprov Gorontalo Siapkan Mitigasi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

REDAKSI
18
×

Ramdan Liputo Desak Pemprov Gorontalo Siapkan Mitigasi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo. Foto Dok

HESTEK.CO.ID – Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau 2026 berpotensi berlangsung lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PKS, Ramdan Liputo.

Ramdan mengingatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo agar tidak menganggap prediksi tersebut sebagai informasi biasa. Menurutnya, peringatan dini dari BMKG harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk segera menyusun langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

“Prediksi BMKG ini harus disikapi secara serius. Pemerintah daerah jangan menunggu sampai terjadi kekeringan atau gagal panen baru bergerak. Mitigasi harus dimulai sejak sekarang,” kata Ramdan, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga:  Dari Gorontalo, Zulhas Ajak Kader PAN Perkuat Organisasi dan Bela Kepentingan Rakyat

Ia menilai sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling rentan terdampak apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Karena itu, pemerintah diminta memastikan ketersediaan air irigasi, memetakan daerah rawan kekeringan, serta menyiapkan langkah cepat apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selain itu, Ramdan juga meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dalam menyusun rencana mitigasi, termasuk mengoptimalkan embung, waduk, jaringan irigasi, hingga menyiapkan distribusi air bersih bagi wilayah yang berpotensi terdampak.

Baca Juga:  APBD Bone Bolango Hampir Rp1 Triliun, Ismet Mile Ingatkan OPD Hati-hati Kelola Anggaran

“Kita harus melindungi masyarakat sejak dini. Jangan sampai petani mengalami kerugian karena kurangnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau. Begitu juga kebutuhan air bersih masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Legislator PKS itu juga mengajak masyarakat untuk mulai melakukan penghematan penggunaan air serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi musim kemarau.

Berdasarkan pemutakhiran prediksi musim kemarau yang dirilis BMKG pada Juni 2026, sekitar 56,18 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal.

Baca Juga:  Hasil 10 Besar Calon Anggota KPU 4 Kabupaten di Provinsi Gorontalo

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan lebih panjang di sejumlah daerah, sehingga pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan, gangguan sektor pertanian, serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

Ramdan berharap seluruh pemangku kepentingan di Gorontalo dapat bergerak lebih awal agar dampak musim kemarau tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun ketahanan pangan daerah.

“Informasi dari BMKG adalah peringatan yang harus kita tindak lanjuti bersama. Semakin cepat kita bersiap, semakin kecil risiko yang akan dihadapi masyarakat,” pungkasnya.