Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

Polda Gorontalo Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Operasi Pekat 2023

REDAKSI
373
×

Polda Gorontalo Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Operasi Pekat 2023

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo melalui Polresta Gorontalo Kota menggelar pemusnahan barang bukti ribuan liter minuman keras beralkohol berbagai merek dari hasil operasi pekat tahun 2023.

Pemusnahan dilakukan sebagai komitmen kepolisian dalam rangka mewujudkan Kamtibmas jelang Pemilu 2024.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Ade Permana mengatakan peredaran minuman keras di wilayah Gorontalo dari tahun ke tahun masih cukup memperhatikan.

Baca Juga:  Evaluasi Penyelenggara Pelayanan, Kejati Gorontalo Gelar Forum Konsultasi Publik

“Dari data pengungkapan kasus miras baik dari hasil pelaksanaan operasi pekat tahun 2022 maupun operasi pekat tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Polda Gorontalo bersama Polres Jajaran tercatat untuk angka peredaran miras di Wilayah Gorontalo juga masi cukup tinggi,” kata Ade Permana.

Ade juga mengungkapkan dengan tingginya angka konsumsi miras ini berdampak pula terhadap meningkatnya permasalahan sosial dan terus berlanjut kepada permasalahan hukum seperti tingginya angka kasus penganiayaan, pengeroyokan, KDRT dan kasus pidana lainnya.

Baca Juga:  Alih Fungsi Gedung Koperasi Eka Prasetya Jadi Dapur SPPG Dipersoalkan, BEM UG Singgung Korupsi Hibah

“Minuman keras merupakan salah satu penyakit masyarakat dan menjadi satu faktor utama terjadinya gangguan Kamtibmas. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik sehingga tentunya keamanan dan ketertiban menjadi salah satu faktor utama suksesnya pemilu 2024,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan berupa miras jenis captikus sebanyak 2.904 liter yang termuat di dalam 14 gelon ukuran 225 liter dan 210 sak. Sedangkan untuk minuman keras dari berbagai merek berjumlah 1.366 botol.

Baca Juga:  Ditreskrimum Polda Gorontalo Tangkap 20 Terduga Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

“Barang bukti tersebut diperoleh baik dari para pemasok dan penyalur di lokasi penjualan atau warung tertentu maupun yang didapat dari hasil pemeriksaan kendaraan yang keluar masuk melalui pintu-pintu perbatasan antara Provinsi Gorontalo dengan Sulut,” tuntasnya.

(hsk/win/man)