Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
News

PKS dan TP PKK Kab. Gorontalo Perkuat Kolaborasi, Soroti Ketahanan Keluarga hingga Stunting

REDAKSI
33
×

PKS dan TP PKK Kab. Gorontalo Perkuat Kolaborasi, Soroti Ketahanan Keluarga hingga Stunting

Sebarkan artikel ini
Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kabupaten Gorontalo usai dialog bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Maryam Sofyan Puhi. FOTO DOK PKS

HESTEK.CO.ID — Momentum Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kabupaten Gorontalo untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan yang kini semakin dirasakan keluarga-keluarga di tengah masyarakat, mulai dari ketahanan rumah tangga hingga isu perlindungan perempuan dan anak.

Diskusi berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan. Berbagai topik yang dibahas dinilai dekat dengan realitas kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama yang banyak dirasakan para ibu dan keluarga.

Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya pentingnya menjaga komunikasi dalam rumah tangga di tengah tekanan ekonomi dan kesibukan, perhatian terhadap pengaruh media sosial terhadap anak-anak, hingga upaya menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, serta penuh perhatian bagi perempuan dan anak.

Baca Juga:  Pelaku Kekerasan Anak di Bone Bolango Didominasi Orang Terdekat Korban

Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kabupaten Gorontalo menyampaikan bahwa Hari Kartini dan Milad PKS harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap perempuan, anak, serta ketahanan keluarga, sekaligus mempererat semangat kebersamaan menghadapi tantangan sosial saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, turut menyoroti persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian bersama di Kabupaten Gorontalo.

Maryam menyampaikan bahwa banyak ibu muda memiliki semangat besar dalam merawat anak, namun masih membutuhkan pendampingan serta edukasi yang berkelanjutan, terutama terkait pola asuh, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Baca Juga:  Dana CSR Hampir Rp1 Miliar Dikelola Terpisah dari APBD, Tata Kelola Keuangan Pemkab Gorontalo Disorot

“Sering kali para orang tua, khususnya ibu-ibu muda, sebenarnya memiliki kasih sayang yang besar kepada anak-anak mereka. Hanya saja, di tengah berbagai kesibukan dan tantangan kehidupan hari ini, masih banyak yang membutuhkan pendampingan serta edukasi yang lebih dekat dan berkelanjutan terkait pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak,” demikian perhatian yang mengemuka dalam diskusi tersebut.

Karena itu, kedua pihak sepakat bahwa penguatan keluarga harus dimulai dari langkah sederhana namun fundamental. Di antaranya melalui edukasi parenting, pendidikan pra-nikah, literasi digital keluarga, penguatan majelis taklim dan komunitas perempuan, hingga penyediaan ruang aman bagi perempuan dan anak untuk bercerita serta memperoleh pendampingan.

Baca Juga:  Tak Percaya Inspektorat Gorut Terkait Audit Dana Desa, Mahasiswa Minta APH Turun Tangan

Maryam Sofyan Puhi menyambut baik ruang diskusi dan kolaborasi semacam ini. Menurutnya, persoalan keluarga tidak bisa ditangani secara terpisah, melainkan membutuhkan sinergi lintas elemen mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, hingga komunitas sosial.

Bagi kedua pihak, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi sehat, perempuan yang terlindungi, serta masyarakat yang lebih baik di masa depan. Karena itu, menjaga keluarga tidak hanya menjadi urusan rumah tangga, tetapi juga bagian penting dalam menjaga masa depan Gorontalo.