Example floating
Example floating
News

SPPG Tuladenggi Akui Ini Kasus Kedua Sejak Program MBG Berjalan

Redaksi
1
×

SPPG Tuladenggi Akui Ini Kasus Kedua Sejak Program MBG Berjalan

Sebarkan artikel ini

HESTEK.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tuladenggi menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) usai puluhan siswa SDN 11 Telaga Biru mengalami mual dan muntah, Kamis (21/5/2026).

Langkah tersebut diambil setelah pihak SPPG menerima laporan adanya siswa yang mengalami gejala sakit tidak lama setelah menyantap makanan MBG di sekolah.

Kepala Regional Provinsi Gorontalo, Zulkifli Talumala, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 Wita. Informasi itu kemudian langsung diteruskan kepada pimpinan di KPPG Manado.

“Begitu kami mendapat informasi ada siswa yang mengalami muntah dan pusing, kami langsung laporkan ke pimpinan dan segera mengambil langkah penghentian distribusi sementara,” ujar Zulkifli.

Baca Juga:  Kapolda Gorontalo Resmi Dijabat Irjen Pol Eko Wahyu Prasetyo

Menurutnya, penghentian distribusi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak meluas ke sekolah lain penerima program MBG.

Selain menghentikan distribusi, pihak SPPG juga turun langsung ke Puskesmas Telaga Biru untuk memantau kondisi siswa yang menjalani pemeriksaan medis.

“Setelah kami cek ke puskesmas, sebagian besar siswa sudah membaik dan dipulangkan,” katanya.

Dalam keterangannya, Zulkifli mengakui insiden tersebut merupakan kasus kedua yang terjadi sejak program MBG dijalankan oleh SPPG Tuladenggi.

“Kami menjadikan ini sebagai pembelajaran agar pengawasan terhadap bahan baku dan proses penyajian makanan lebih diperketat lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Diabaikan Gubernur Gusnar, Pembinaan Sosial di Gorontalo Diambang Keterpurukan

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa diketahui terdiri dari ikan goreng, sayur kangkung dan buah pepaya. Dugaan awal mengarah pada buah pepaya yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

Namun demikian, pihak SPPG belum ingin menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM keluar.

“Sampel makanan sudah diamankan dan diperiksa. Kami masih menunggu hasil resmi dari laboratorium,” ungkap Zulkifli.

SPPG juga mulai melakukan pendataan terhadap siswa yang memiliki riwayat alergi makanan untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Bahkan nomor kontak pihak SPPG telah dibagikan kepada para wali murid agar komunikasi bisa lebih cepat dilakukan.

Baca Juga:  DPSHP Pemilu 2024 di Kabupaten Gorontalo Capai 300.601 Pemilih

“Kami minta orang tua segera melapor jika ada anak yang memiliki alergi atau kondisi tertentu terkait makanan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan adanya sanksi terhadap dapur penyedia MBG, Zulkifli menegaskan seluruh keputusan akan menunggu hasil investigasi dan arahan pimpinan pusat.

“Kalau nanti hasil pemeriksaan menemukan adanya masalah dari makanan, tentu itu akan menjadi bahan laporan kami ke pimpinan untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.