Example floating
Example floating
News

GPCI Sebut 9 WNI Ikut Misi Global Sumud Flotilla, Termasuk 4 Jurnalis Indonesia

REDAKSI
36
×

GPCI Sebut 9 WNI Ikut Misi Global Sumud Flotilla, Termasuk 4 Jurnalis Indonesia

Sebarkan artikel ini
Swafoto sejumlah WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia 2026. (Instagram/@globalpeaceconvoy)

HESTEK.CO.ID — Setidaknya empat jurnalis asal Indonesia turut berada dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, Palestina, yang dilaporkan diadang militer Israel (IDF).

Empat jurnalis tersebut yakni dua wartawan Republika Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, serta jurnalis GPCI Rahendro Herubowo.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Instagram GPCI, total terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Sembilan WNI itu adalah Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, Thoudy Badai, dan Bambang Noroyono.

Keterangan terkait posisi dan peran para relawan juga turut diunggah selebritas Chiki Fawzi yang terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla. Dalam poster yang kemudian dibagikan ulang akun GPCI, disebutkan bahwa para WNI tersebut terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan.

Baca Juga:  Delapan Mahasiswa Sosiologi UNG Jadi Editor Tetap Usai Pelatihan OJS 3

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, membenarkan bahwa dua jurnalis Republika ikut dalam pelayaran tersebut untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.

“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujar Andi Muhyiddin dalam pernyataan resmi, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan para relawan datang membawa bantuan kemanusiaan berupa logistik dan obat-obatan, bukan membawa senjata.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” katanya.

Andi juga mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut di perairan internasional.

Baca Juga:  Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari PDIP

“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” tegasnya.

Sementara itu, akun media sosial Republika turut merilis video yang disebut dikirim Bambang Noroyono setelah penangkapan terjadi. Dalam video tersebut, Bambang meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah penyelamatan.

“Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” ucap Bambang dalam video tersebut.

Sebelumnya, Koalisi Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada bantuan tersebut. Mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.

Baca Juga:  Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa Dua Kali dalam Semalam

“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” demikian pernyataan Global Sumud Flotilla melalui unggahan di media sosial.

Selain sembilan WNI, dilaporkan sedikitnya 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga ditangkap Israel karena ikut dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza.

Media Israel menyebut para aktivis akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi intersepsi selesai dilakukan. Disebutkan pula bahwa empat kapal perang Israel terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada mematikan mesin.

Menurut laporan, armada bantuan tersebut dicegat di lepas pantai Siprus. Armada Global Sumud Flotilla sendiri terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye pada Kamis lalu, sebagai upaya menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza.