Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
News

Krisis Air Bersih di Modelidu, Mahasiswa UNG Tawarkan Solusi Air Hujan

Redaksi
3
×

Krisis Air Bersih di Modelidu, Mahasiswa UNG Tawarkan Solusi Air Hujan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UNG Sosialisasikan pemanfaatan air hujan di Desa Modelidu. FOTO:JUNA/HESTEK

HESTEK.CO.ID – Keterbatasan air bersih saat musim hujan masih menjadi persoalan di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 menggelar sosialisasi pemanfaatan air hujan sebagai alternatif sumber air bagi masyarakat, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Modelidu itu menekankan pentingnya pengelolaan air hujan secara tepat agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik UNG, Zulkifli, mengatakan selama ini air hujan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, meskipun potensinya cukup besar.

Baca Juga:  Ismet Mile Paparkan Kinerja Fiskal di DPRD, Pendapatan 2025 Tembus Rp972,88 Miliar

“Air hujan seringkali belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber air alternatif yang sederhana dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa berupaya memperkenalkan cara pemanfaatan air hujan yang lebih efisien, termasuk melalui sistem penyaringan agar layak digunakan.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango Bantah Keras Tudingan “Main Mata” dalam Seleksi JPT Pratama

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun keterlibatan langsung mahasiswa dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Modelidu, Karim Anunu, mengungkapkan bahwa persoalan air bersih masih dirasakan warga, terutama ketika kualitas sumber air menurun saat musim hujan.

“Pada musim hujan, air bersih seringkali sulit digunakan karena kualitasnya menurun, sehingga aktivitas seperti mandi dan mencuci menjadi terganggu,” jelasnya.

Baca Juga:  Komisi II Deprov Gorontalo Pastikan Harga Jagung di PT. SUL Tetap Rp5.600/Kg

Ia berharap inovasi yang dibawa mahasiswa dapat menjadi solusi nyata yang bisa diterapkan oleh masyarakat secara bertahap.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan air hujan dengan lebih baik, tentu dengan proses penyaringan agar aman digunakan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, pemanfaatan air hujan diharapkan tidak lagi sekadar alternatif, tetapi menjadi solusi yang bisa membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih secara berkelanjutan.