Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 1100x60
Hukum & Kriminal

Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Baru di Kasus Impor Gula Eks Mendag Tom Lembong

REDAKSI
431
×

Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Baru di Kasus Impor Gula Eks Mendag Tom Lembong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tersangka. Foto Ist

HESTEK.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan sembilan tersangka baru terkait kasus korupsi izin impor gula yang melibatkan mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, mengungkapkan bahwa para tersangka merupakan pihak swasta yang terlibat dalam proses pengolahan gula kristal mentah menjadi gula kristal putih.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan bukti-bukti yang kami kumpulkan, tim Jampidsus menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan sembilan tersangka,” jelas Abdul dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/1/2025).

Baca Juga:  Pecat dan Hukum Mati, Perintah Panglima TNI Untuk Oknum TNI Penganiaya Warga Aceh

Sembilan tersangka tersebut antara lain TWNG, Direktur Utama PT AP; WN, Presiden Direktur PT AF; AS, Direktur Utama PT SUC; dan IS, Direktur Utama PT MSI. Selain itu, ada TSEP dari PT MP, HAT dari PT BSI, ASB dari PT KTM, HFH dari PT BFM, serta ES dari PT PDSU.

Baca Juga:  Emosi Tak Diberikan Data, Oknum Panwascam Limboto Barat Diduga Aniaya Anggota PPS

Sebelumnya, Tom Lembong dan mantan Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) berinisial CS juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Tom Lembong diduga menyalahgunakan jabatannya dengan mengeluarkan izin Persetujuan Impor (PI) atas alasan kebutuhan stok gula dan stabilisasi harga, meski pada saat itu Indonesia mengalami surplus gula. Selain itu, ia juga dituduh menerbitkan izin impor gula kristal mentah untuk pihak-pihak yang tidak berhak.

Baca Juga:  Kapolres Pohuwato Bungkam Terkait Aktivitas PETI Bulangita

Akibat impor gula yang tidak sesuai aturan ini, negara ditaksir mengalami kerugian hingga Rp400 miliar.

Example 300x600