Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Example 728x250
InternasionalNews

Intelijen AS Nilai Perang Belum Tentu Mampu Menjatuhkan Pemerintahan Iran

REDAKSI
19
×

Intelijen AS Nilai Perang Belum Tentu Mampu Menjatuhkan Pemerintahan Iran

Sebarkan artikel ini
Presiden AS, Donald Trump. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas memunculkan pertanyaan baru di kalangan pengamat dan pejabat keamanan.

Sejumlah laporan intelijen terbaru menyebutkan bahwa operasi militer yang sedang berlangsung belum tentu mampu menggulingkan pemerintahan di Teheran.

Penilaian tersebut muncul di tengah ambisi pemerintahan Presiden Donald Trump yang disebut ingin mendorong perubahan kekuasaan di Iran melalui tekanan militer.

Menurut laporan The Washington Post, sebuah kajian rahasia yang disusun oleh National Intelligence Council menyimpulkan bahwa kemungkinan runtuhnya pemerintahan Iran akibat perang relatif kecil.

Dokumen yang dirampungkan pada pertengahan Februari itu memaparkan dua opsi kebijakan militer yang bisa diambil Amerika Serikat. Namun dalam kedua skenario tersebut, struktur kekuasaan Iran diperkirakan tetap bertahan melalui mekanisme suksesi kepemimpinan.

Lembaga intelijen juga menilai peluang kelompok oposisi Iran untuk mengambil alih pemerintahan dalam situasi konflik saat ini sangat kecil.

Di sisi lain, sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak militer dari konflik tersebut. Mereka memperingatkan bahwa operasi udara terhadap Iran berpotensi menguras stok persenjataan tertentu milik AS.

Kekhawatiran itu disampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup antara pejabat pemerintahan Trump dan anggota Kongres pada awal pekan ini.

Meskipun jalur diplomasi masih berlangsung, Amerika Serikat bersama Israel tetap melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran pada pekan lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta beberapa tokoh penting lainnya.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke berbagai target, termasuk wilayah Israel, pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, serta beberapa negara yang menampung fasilitas militer AS.

Sejak awal konflik, pemerintahan Donald Trump menyatakan bahwa Iran berupaya membuka komunikasi untuk membahas kemungkinan gencatan senjata. Namun beberapa laporan lain menyebutkan klaim tersebut belum sepenuhnya terbukti.

Selama bertahun-tahun, kelompok politik garis keras di Amerika Serikat memang mendorong tindakan militer terhadap Iran dengan tujuan mengganti rezim yang berkuasa di Teheran. Mereka menilai program nuklir Iran sudah mendekati tahap yang memungkinkan produksi senjata nuklir.

Padahal sejak April tahun lalu, kedua negara sebenarnya terlibat dalam proses negosiasi terkait program nuklir tersebut. Pemerintah Iran sendiri berkali-kali menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya ditujukan untuk kebutuhan sipil, bukan militer.

Ketegangan meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Walau dialog diplomatik masih berlangsung, operasi militer kembali dilancarkan pada pekan lalu.

Selama beberapa hari terakhir, serangan udara dilaporkan menghantam berbagai target di Iran, mulai dari fasilitas pemerintahan hingga instalasi militer. Namun sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa beberapa bangunan sipil seperti rumah sakit dan sekolah turut terkena dampak serangan.

Pada hari pertama pemboman, sekitar 168 siswi dilaporkan tewas setelah sebuah sekolah menjadi sasaran serangan. Kantor berita Associated Press menyebutkan bahwa serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh militer Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump sendiri sempat menyinggung operasi militer tersebut saat menghadiri KTT Shield of the Americas di Florida.

“Kami melakukan dengan sangat baik di Iran. Hasilnya bisa dilihat,” ujar Trump seperti dikutip The Guardian.

Trump mengklaim pasukan Amerika telah menghancurkan sejumlah besar kekuatan militer Iran dalam waktu singkat, termasuk puluhan kapal angkatan laut serta jaringan komunikasi militer mereka.

Ia juga kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Iran dan menyatakan bahwa tindakan militer tersebut dilakukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

“Delapan bulan lagi mereka bisa saja memiliki senjata nuklir. Kami telah melakukan sesuatu yang baik bagi dunia,” kata Trump.