Scroll untuk baca artikel
Example 240x600
Example floating
Example floating
Hukum & KriminalNews

Polisi Ungkap Fakta Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei, Motif Balas Dendam

REDAKSI
8
×

Polisi Ungkap Fakta Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei, Motif Balas Dendam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto Istimewa

HESTEK.CO.ID — Polisi mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Minggu (19/4/2026). Dari hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dipicu dendam lama.

Dua orang terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian. Keduanya masing-masing berinisial HR alias Hendra (28) dan FU alias Finis (36). Polisi menduga penikaman itu dilakukan secara terencana.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan kedua pelaku sengaja mendatangi bandara dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Bison berwarna hitam.

Baca Juga:  Bantah Adanya Tendensi Politik, Pengacara Ifana: Kalau Mendukung Banyak, PPP Juga

“Kedua tersangka menuju ke Bandara Karel Sadsuitubun Langgur dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Bison berwarna hitam,” ujar Kapolres.

Setibanya di lokasi, kedua pelaku disebut menunggu korban yang baru tiba dari Jakarta. Saat Nus Kei keluar dari ruang kedatangan, pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam secara berulang kali, lalu melarikan diri dengan sepeda motor yang sama.

Baca Juga:  Kajati Sulut Lantik Wakajati, Asisten, Kajari dan Koordinator

Polisi menyebut motif utama penyerangan tersebut adalah balas dendam. Kedua pelaku menuding korban sebagai pihak yang berada di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang terjadi pada tahun 2020 di Apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini, HR dan FU telah ditahan di Markas Komando Brimob C Pelopor guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan mendalami kasus tersebut untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Baca Juga:  Turun Langsung Saat Reses, DPRD Pastikan Perbaikan SDN 19 Dungingi

Peristiwa penikaman ini sempat menghebohkan warga Maluku Tenggara mengingat korban merupakan tokoh politik yang cukup dikenal dan berpengaruh di daerah itu. Kepolisian pun mengimbau masyarakat tetap tenang serta mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.