Example floating
Example floating
Peristiwa

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berdampak ke 3 Kabupaten

Admin
17
×

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berdampak ke 3 Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Abu vilkanik gunung berapi. FOTO IST

HESTEK.CO.ID – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga kabupaten menjadi wilayah yang mendapat perhatian, yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung serta Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak untuk melakukan langkah antisipasi dan perencanaan menghadapi potensi bahaya lanjutan serta paparan abu vulkanik.

BNPB juga mengirimkan sejumlah personel ke lokasi terdampak untuk memantau langsung kondisi wilayah yang terpapar erupsi.

Suharyanto meminta jajaran terkait memperkuat koordinasi serta memastikan seluruh perangkat kesiapsiagaan berfungsi dengan baik, termasuk sirine peringatan, tempat evakuasi, dan rencana kontinjensi.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan stok makanan yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota. Hingga saat ini, belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Selain melalui penyemaian awan, pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan teknik water mist. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung guna membantu mengurangi dampak sebaran abu vulkanik.

Baca Juga:  Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Telan Ratusan Korban Tewas, Ini Kronologi versi Polisi

“Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini (Minggu, 6 September) hingga malam nanti. Dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini,” kata Suharyanto, dikutip dari siaran pers BNPB, Senin (7/9).

Kabupaten Lampung Selatan

Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena lokasinya berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau. BNPB menyebut pemantauan di wilayah ini mencakup Kecamatan Punduh Pedada dan Rajabasa.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan Hendry Kurniawan mengatakan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama telah menginstruksikan seluruh kepala satuan pendidikan untuk menerapkan langkah pengamanan guna meminimalkan risiko paparan abu vulkanik terhadap peserta didik.

“Berdasarkan Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 27 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, diminta mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring pada tanggal 7 sampai 8 September 2026,” kata Hendry.

Baca Juga:  Taiwan Kembali Diguncang Gempa Dahsyat Berkekuatan 6,3 Magnitudo

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan Erwan Fatriansyah mengatakan kewaspadaan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni dampak abu vulkanik, keselamatan masyarakat pesisir dan nelayan, serta antisipasi tsunami dan kesiapan evakuasi.

Dinas Kesehatan juga menyiagakan masker medis, KN95, masker kain, oksigen konsentrator, dan ambulans. Peralatan tersebut disiapkan untuk melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.

Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus juga terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dinas Kesehatan Tanggamus memperkuat pelayanan dengan mengerahkan bidan desa, perawat, dan tenaga kesehatan ke sejumlah titik terdampak.

Petugas turut membagikan masker dan menyiapkan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sedikitnya 1.650 masker telah dibagikan kepada masyarakat di sejumlah pekon dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda.

Hujan abu dilaporkan mulai dirasakan warga sejak Sabtu (5/9) pagi. Abu vulkanik disebut cukup tebal dan disertai gempa kecil yang terjadi berulang.

Baca Juga:  Dilanda Bencana Alam, Tagar <em>#PrayForGorontalo</em> Trending Topic di Medsos

Sejumlah wilayah pesisir Tanggamus, antara lain Pematang Sawa, Kelumbayan, dan Cukuh Balak, turut terdampak. Beberapa wilayah terdampak lainnya berada dalam kawasan kerja UPTD Puskesmas Martanda, termasuk Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan.

Kabupaten Pandeglang

Di Kabupaten Pandeglang, Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) menyebut sebaran material abu vulkanik mulai terpantau di sebagian besar wilayah kabupaten.

Kepala BPBD-PK Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan mengatakan intensitas ketebalan abu di setiap wilayah berbeda, bergantung pada arah angin.

“Walaupun intensitas ketebalannya di masing-masing daerah tidak sama karena tergantung arah angin,” kata Riza.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten juga mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.

Pemerintah daerah di tiga wilayah terdampak terus melakukan pemantauan dan langkah kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.