Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang Resmi Ditahan

REDAKSI
383
×

Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang Resmi Ditahan

Sebarkan artikel ini
Enam tersangka Tragedi Kanjuruhan mengenakan baju orange resmi ditahan Polda Jatim pada Senin (24/10/2022) malam. [Suara.com]

Hestek, Jakarta – Polisi secara resmi menahan enam tersangka tragedi Kanjuruhan Malang. Mereka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jawa Timur.

“Keenam tersangka langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan tambahan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, dilansir Suara.com dari Antara, Selasa (25/10/2022).

Para tersangka adalah Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris, dan Security Officer Steward Suko Sutrisno.

Baca Juga:  Jaksa Agung ST Burhanuddin Disebut Pemimpin Bagus Setelah Baharuddin Lopa

“Mereka disangkakan dengan Pasal 359 dan atau Pasal 360 dan atau Pasal 103 ayat (1) juncto Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan,” ujarnya.

Tiga tersangka lainnya adalah Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.

Baca Juga:  Kejati Gorontalo Ungkap Kronologis Penetapan Tersangka Dugaan Gratifikasi Proyek Jl. eks Pandjaitan

“Mereka melanggar Pasal 359 dan/atau Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ungkapnya.

Dedi mengatakan, penyidik memiliki pertimbangan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. Penyidik juga telah memeriksa 93 orang saksi.

Di antaranya 11 orang saksi ahli yang terdiri atas delapan saksi ahli kedokteran, dua saksi ahli Laboratorium Forensik, dan satu ahli pidana.

Baca Juga:  Korupsi Proyek SR-MBR Capai Rp24 Miliar, Eks Direktur Perumda Tirta Bulango Ditahan

Penyidik tengah fokus menyelesaikan kasus ini dan melimpahkan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jawa Timur.

“Semua masih berproses, tim masih bekerja. Dalam waktu dekat berkas perkara dilimpahkan ke JPU,” kata Dedi.