Sementara itu secara teknis Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Gorontalo, Kaima Camaru menjelaskan, posisi inflasi Year on Year atau YoY Kota Gorontalo berada pada 3,15 persen. Berdasarkan data BPS, angka tersebut terendah kedua se-Sulawesi setelah Kabupaten Mamuju.
“Meskipun pengendalian inflasi ini merupakan hasil positif, Pemerintah Kota Gorontalo terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah dengan cermat,” ujarnya.
Ia menilai penurunan angka inflasi ini tidak selalu menunjukkan kondisi ekonomi yang sehat, sebab deflasi atau penurunan harga-harga juga dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.
“Sehingga upaya dan langkah Pemerintah Kota Gorontalo melahirkan dan menjalankan kebijakan strategis, dapat berdampak pada stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)












