Example floating
Example floating
Liputan KhususPemilu

Hebat!! Provinsi Gorontalo Raih Nol Data Ganda Pertama se Indonesia

REDAKSI
428
×

Hebat!! Provinsi Gorontalo Raih Nol Data Ganda Pertama se Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pilkada 2024, Provinsi Gorontalo Raih Nol Data Ganda Pertama se Indonesia. [Dok]

HESTEK.CO.ID – KPU Provinsi Gorontalo menjadi daerah pertama di Indonesia yang meraih pencapaian nol data ganda, dalam data pemilih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Hal itu disampaikan langsung Komisioner KPU Provinsi Gorontalo Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Sophian Rahmola, baru-baru ini.

“Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Sungguh ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi KPU se Gorontalo,” kata Sophian Rahmola, Kamis (12/9/2024).

Baca Juga:  Pilkada 2024 Sukses Digelar, KPU Kab. Gorontalo Gelar Syukuran Bersama Anak Yatim Piatu

Sophian menuturkan, pencapaian itu tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak khususnya jajaran KPU, yang mampu menampilkan kinerja terbaik dalam proses pemutakhiran data pemilih.

“Dukungan masyarakat pun sangat menentukan pencapaian ini, karenanya kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat di seluruh kabupaten dan kota se Gorontalo,” ujarnya.

Sophian juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas Pantarlih, PPS dan PPK se-Gorontalo atas kerja keras dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih.

Baca Juga:  Peninjauan Komisi III Dekot Ungkap TPS-3R Tapa Terbengkalai dan Tak Terurus

Menuturnya pencapaian nol data ganda pemilih tersebut merupakan hasil dari kerja keras terbaik secara bersama oleh semua pihak dalam melaksanakan berbagai tahapan pemutakhiran data pemilih.

“Mulai dari pencocokan dan penelitian (coklit), penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP),” imbuhnya.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja di Dulupi, Penjabup Sherman Moridu Jalani Prosesi Adat Mopotilolo

Sophian mengungkapkan data pemilih yang akurat dan valid dipastikan mampu mencegah kasus pemilih yang terdaftar lebih dari sekali, atau pemilih yang tidak berhak namun terdaftar, sehingga pilkada berintegritas dan berkualitas akan mampu tercapai.

“Kami berkomitmen menjaga akurasi data pemilih hingga hari pelaksanaan pemungutan suara pada 27 November 2024 dengan melakukan pemantauan dan pemutakhiran data secara berkala,” tandasnya.