HESTEK.CO.ID – Kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.
Sosok kepala daerah perempuan tersebut menjadi figur yang paling dinantikan masyarakat Gorontalo selama agenda nasional berlangsung.
Antusiasme terhadap kedatangan Sherly bahkan sempat disinggung langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Banyak masyarakat yang berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur Maluku Utara tersebut selama pelaksanaan PENAS XVII.
Kehadiran Sherly dinilai tidak hanya menjadi bagian dari dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara Gorontalo dan Maluku Utara.
Sebagai dua provinsi di kawasan timur Indonesia yang sama-sama bertumpu pada sektor pertanian, perikanan, dan kelautan, peluang kerja sama antar daerah dinilai terbuka lebar. PENAS menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi tersebut.
Selain menjadi ajang bertukar pengalaman dan teknologi pertanian, kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan antardaerah. Mulai dari pengembangan komoditas unggulan hingga perluasan akses pasar bagi petani dan nelayan.
Sherly sendiri dikenal sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara sejak dilantik pada 2025. Kehadirannya di Gorontalo turut menambah semarak pelaksanaan PENAS XVII yang menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
PENAS XVII menjadi momentum penting bagi Gorontalo untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah agenda nasional. Kehadiran para kepala daerah dari berbagai provinsi semakin menguatkan posisi Gorontalo sebagai pusat perhatian nasional di sektor pertanian dan perikanan.










