HESTEK.CO.ID – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan D. Liputo, mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan layanan pelatihan dan uji kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sebagai sektor yang tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Ramdan, selama ini fungsi BKPSDM lebih banyak dipandang sebatas pembinaan aparatur. Padahal, jika dikelola secara profesional dengan dukungan sarana, tenaga pengajar, dan sistem yang memadai, layanan pengembangan kompetensi ASN dapat berkembang menjadi pusat pelatihan yang dimanfaatkan berbagai instansi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Urusan pemerintahan yang berhubungan dengan bidang pengembangan sumber daya manusia di BKPSDM ini perlu kita dorong. Pelatihan dan uji kompetensi ASN bisa menjadi salah satu potensi yang dikembangkan untuk peningkatan PAD,” ujar Ramdan, Selasa (28/7/2026).
Politisi PKS itu menilai, pengembangan layanan tersebut sejalan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas ASN yang terus berkembang. Karena itu, BKPSDM diminta tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pelatihan internal, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang memiliki nilai tambah bagi pemerintah daerah.
Ramdan menegaskan, peluang tersebut perlu dikaji secara komprehensif, mulai dari aspek regulasi, standar pelayanan, hingga mekanisme penerapan tarif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, orientasi peningkatan PAD tidak boleh mengesampingkan tujuan utama, yakni menciptakan ASN yang lebih profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
“Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan pelatihan dan uji kompetensi ini dapat dioptimalkan. Kalau memang ada ruang untuk memberikan kontribusi terhadap PAD, tentu harus dikaji dan dimanfaatkan sesuai aturan,” katanya.
Selain itu, Ramdan juga meminta BKPSDM melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan ASN secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan organisasi dan perkembangan tuntutan birokrasi.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat sinergi antara BKPSDM dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga pengembangan kompetensi ASN berjalan lebih efektif sekaligus membuka peluang lahirnya sumber-sumber pendapatan daerah yang baru.
“Bila dikelola dengan baik, BKPSDM bukan hanya menjadi pusat pengembangan kompetensi aparatur, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kemandirian fiskal daerah,” pungkasnya.












