HESTEK.CO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Darsianti Tuna, memberikan apresiasi terhadap perkembangan layanan kesehatan di RSUD Boliyohuto saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (2/6/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus Koordinator Komisi IV, La Ode Haimudin, didampingi Wakil Ketua Komisi IV Hamzah Muslimin, Sekretaris Komisi IV Ghalib Lahidjun, serta anggota Komisi IV lainnya, yakni Darsianti Tuna, Sapia Tuna, dan Joni Dalanggo.
Rombongan diterima langsung oleh Direktur RSUD Boliyohuto, Imelda Mohamad, bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, Darsianti Tuna menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah.
Menurutnya, meskipun masih berstatus rumah sakit tipe D, RSUD Boliyohuto telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan didukung 13 dokter spesialis yang melayani berbagai bidang kesehatan, mulai dari penyakit dalam, bedah, anak, mata, hingga kesehatan jiwa.
“Kami melihat RSUD Boliyohuto terus berkembang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran dokter spesialis yang cukup lengkap menjadi nilai positif yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Darsianti.
Ia juga mengapresiasi keberadaan layanan psikiatri yang telah tersedia sejak tahun 2025. Menurutnya, layanan kesehatan jiwa tersebut sangat membantu masyarakat di wilayah Boliyohuto dan sekitarnya karena tidak lagi harus dirujuk ke Kota Gorontalo untuk mendapatkan penanganan.
Selain itu, Darsianti turut menyoroti program rehabilitasi penyalahguna narkoba yang dijalankan rumah sakit bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Hingga saat ini, tercatat sembilan pasien telah berhasil menjalani rehabilitasi dan dinyatakan pulih.
Di sisi lain, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menaruh perhatian pada tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan operasi mata. Saat ini, kuota operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan masih terbatas, yakni hanya lima pasien setiap bulan.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean pelayanan cukup panjang dan belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi.
“Kami berharap ada komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan BPJS Kesehatan agar kuota operasi mata bisa ditambah. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus,” tegasnya.
Darsianti juga mengapresiasi komitmen RSUD Boliyohuto yang tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk pasien yang datang melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), meskipun rumah sakit masih menghadapi sejumlah keterbatasan operasional.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo berharap dukungan terhadap RSUD Boliyohuto dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi sarana dan prasarana, sumber daya manusia kesehatan, maupun peningkatan layanan yang didukung BPJS Kesehatan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang kini semakin lengkap di RSUD Boliyohuto. Dengan tersedianya berbagai layanan spesialis, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas lebih dekat dari tempat tinggal mereka tanpa harus selalu dirujuk ke Kota Gorontalo.
“Harapannya RSUD Boliyohuto terus berkembang menjadi rumah sakit yang semakin mandiri, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo dan sekitarnya,” pungkas Darsianti.






