Example floating
Example floating
Liputan KhususNews

Bantah Isu Penahanan di Arab Saudi, Mustafa Yasin: Itu Hoaks dan Tidak Berdasar

Admin
639
×

Bantah Isu Penahanan di Arab Saudi, Mustafa Yasin: Itu Hoaks dan Tidak Berdasar

Sebarkan artikel ini
Anggota Deprov Gorontalo, Mustafa Yasin. Foto Dok

HESTEK.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mustafa Yasin, secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya ditahan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan sama sekali tidak berdasar.

Saat dikonfirmasi Mustafa menyatakan bahwa dirinya berada di Arab Saudi dalam kondisi baik dan tetap bebas menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Pertama, saya tegaskan bahwa tidak benar ada penahanan dari pihak Arab Saudi. Saya berada di sini dalam keadaan baik dan menjalankan aktivitas secara normal,” ujar Mustafa, Jumat (11/7/2025).

Baca Juga:  DPRD Kota Gorontalo Dorong Optimalisasi Retribusi Parkir di Jalan Nani Wartabone

Mustafa menjelaskan bahwa keberadaannya di Arab Saudi memiliki tujuan yang jelas. Ia tengah menyelesaikan sejumlah urusan penting terkait penyelenggaraan ibadah haji yang sebelumnya sempat tertunda.

Selain itu, ia juga sedang mengurus kerja sama resmi terkait penyediaan visa dengan pihak Muassasah—lembaga mitra resmi pemerintah Arab Saudi dalam pengelolaan layanan haji dan umrah.

Baca Juga:  Kunker ke Desa Ulapato A, Komisi I Deprov Gorontalo Terima Keluhan Masalah Sampah

“Saya memang sedang berada di Saudi untuk menyelesaikan proses kerja sama penyediaan visa. Ini bagian dari penguatan pelayanan yang kami lakukan melalui jalur resmi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mustafa menyayangkan adanya pemberitaan yang menurutnya merugikan karena tidak melalui proses konfirmasi terlebih dahulu. Ia menilai, publikasi informasi sepihak—even jika disertai hak jawab—tetap dapat menimbulkan dampak negatif terhadap dirinya maupun lembaga tempatnya bernaung.

Baca Juga:  21 Desa di Boalemo Belum Terima DD Tahap II, Deprov Siap Kawal Hingga ke Kementerian

“Pemberitaan tanpa konfirmasi, sekalipun dikatakan menyediakan ruang hak jawab, tetap sangat merugikan kami, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Kredibilitas dan reputasi bisa rusak hanya karena informasi yang tidak diverifikasi,” tegasnya.

Untuk itu, Mustafa mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang beredar di media sosial maupun portal daring tanpa adanya klarifikasi dari sumber resmi.