Example floating
Example floating
News

Kelas Tak Aman, Siswa SDN 18 Telaga Biru Dihantui Atap Bocor

Redaksi
202
×

Kelas Tak Aman, Siswa SDN 18 Telaga Biru Dihantui Atap Bocor

Sebarkan artikel ini
Kondisi kelas bocor di SDN 18 Telaga Biru. FOTO:JUNS/HESTEK

HESTEK.CO.ID — Siswa SDN 18 Telaga Biru di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, harus menghadapi kondisi belajar yang jauh dari layak. Kerusakan ruang kelas tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengurangi waktu belajar siswa.

Dua ruang kelas, yakni kelas 2 dan kelas 3, mengalami kerusakan paling parah. Atap yang lapuk bahkan sudah banyak yang terlepas, membuat siswa merasa tidak aman saat belajar.

“Kondisinya sudah tidak aman. Anak-anak takut belajar karena atapnya banyak yang lepas,” ujar Kepala Sekolah, Nengry Datau, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:  Pansus II Dekot Gorontalo Matangkan Ranperda PJU, Darmawan: Demi Kepastian Layanan Penerangan

Setiap kali hujan turun, aktivitas belajar langsung terganggu akibat atap yang bocor. Siswa terpaksa dipindahkan ke tempat lain, seperti perumahan guru atau ruang dewan guru.

Kondisi tersebut tidak berhenti sampai di situ. Keesokan harinya, siswa bersama guru harus membersihkan genangan air di dalam kelas sebelum memulai pelajaran.

Baca Juga:  Kristina Udoki Dorong Sinkronisasi Anggaran Kabupaten, Provinsi dan Pusat untuk Akses Jalan ke Pinogu

“Kalau hujan pasti bocor, jadi terpaksa pindah belajar. Besoknya harus bersihkan air dulu sebelum belajar,” ungkapnya.

Situasi ini telah berlangsung hampir dua bulan terakhir. Meski jumlah siswa kelas 2 hanya sekitar 15 orang, kondisi tersebut dinilai jauh dari layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Ironisnya, ruang kelas 3 yang sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat dan komite sekolah pada tahun lalu, kini kembali mengalami kerusakan.

Baca Juga:  Pemkab Bone Bolango dan Forkopimda Sambut Kajari Baru, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

Secara keseluruhan, sekolah ini memiliki enam rombongan belajar, namun hanya ditunjang lima ruang kelas. Satu kelas lainnya terpaksa menumpang di ruang seadanya.

Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan revitalisasi yang telah direncanakan, mengingat kondisi bangunan yang semakin memburuk.

“Informasinya sudah masuk penerima bantuan. Kami berharap segera direalisasikan,” pungkas Nengry.